Secangkir kopi pahit
Dalam aroma pekat kutemukan cintamu
Getir, membuatku tidak bisa tidur dan sakit kepala
Manis, semanis bayangan yang tidak pernah kesampaian
Sejumput krim tanpa rasa memaniskan sore-sore dingin
Rasanya datar
Seperti percakapan basi pada malam-malam insomnia
Saat kau dan aku kehabisan pembicaraan tetapi sambungan telepon tidak kunjung kau tutup
"Sayang paket nelpon gratisannya" ujarmu
Aku tersenyum
Alasanmu yang kedengaran berkarat adalah pemanis doa malamku
Toko kopi dengan alunan instrumental
Seperti seseorang yang duduk diam berjam-jam tanpa ditemani siapapun
Arogansi secangkir kopi yang tidak mau membagi penikmatnya pada siapapun
Arogansi ritual menyesap yang diam, syahdu, tanpa perlu ribut-ribut
Kaupun begitu
Arogansi keras dan besar kepalamu yang mengurung perhatian diam-diam dalam malam-malam tanpa teman
Malam kesepianku
Menghipnotisku untuk mencari namamu
Seakan kecanduan suaramu
Seperti secangkir kopi dengan kafein yang memabukkan
No comments:
Post a Comment