Wednesday, December 19, 2012

Tentang Mendengarkan dan Belajar Tidak Menghakimi

From the moment I could talk, I was ordered to listen.

Percaya tidak kalau disebut manusia itu aneh? Karena lebih sulit untuk mendengarkan daripada didengarkan.
Pernah coba duduk diam beberapa menit saja benar-benar mendengarkan seseorang berbicara, daripada berbicara berjam-jam tentang masalahmu sendiri?
I bet you, the first one is harder.
Mendengarkan itu susah.
Lebih susah lagi untuk mengerti.
Tetapi yang paling susah adalah tidak menghakimi
Kemanusiaan saya baru belajar untuk mendengarkan.
Sedang belajar untuk mengerti.
Dan dalam proses amat sangat panjang untuk tidak menghakimi

Pada dasarnya semua manusia itu punya cerita yang berbeda
Tetapi persamaannya satu, cuma ingin dimengerti.

Tidak percaya mendengarkan itu sulit?
Coba tes bagaimana telingamu berfungsi.
Pergilah ke jalan raya, dan beritahu suara pertama yang kamu tangkap.
Suara kendaraan, bukan?
Kamu lupa pada suara angin
Pada suara ibu-ibu pembersih jalan raya
Suara tertawa abang-abang penjual minuman botolan
Dan suara langkah kakimu sendiri

Sekarang tes bagaimana hatimu berfungsi
Saat seseorang bercerita, berikan ujian
Ujilah, berapa kali kamu tidak membandingkan cerita mereka dengan ceritamu sendiri?
Taruhan, ujianmu gagal

Mendengarkan itu butuh empati
Simpati
Bahwa untuk beberapa lama kamu ada untuk orang lain
Mendengarkan tidak butuh menghakimi
Karena kadang kala, mereka hanya butuh keberadaanmu

Mengerti lebih sulit lagi
Mengerti, artinya kamu tahu apa artinya cerita tersebut buat mereka
Mengerti, artinya kamu sadar bahwa apa yang mereka pikirkan itu bagaimana
Mengerti, artinya empatimu bekerja

Tidak menghakimi adalah yang tersulit
Tidak menghakimi memaksa dedikasimu bekerja
Bekerja untuk mengerti manusia adalah manusia
Dengan keterbatasannya
Dengan segala kesalahannya
Dengan segala kekurangannya
Dan pada akhirnya manusia hanya butuh manusia lain

Bila sekarang saya lupa, ingatkan saya untuk mendengarkan ceritamu
Katakan agar saya mengerti
Dan pada akhirnya, ajarkan saya untuk tidak menghakimi

No comments:

Post a Comment