Ibu
Hari ini hanya hari biasa. Sama seperti hari-hari ketika kita terpisah oleh sesuatu yang kita sebut jarak dan waktu.
Yang berbeda adalah karena besok satu nusantara memperingati arti kehadiranmu.
Ibu, hari ini hujan.
Saya sendiri, dan saya terkenang engkau
Rindu terasa memberati tubuh
Dan keinginan untuk memelukmu harus dibendung sampai kita bertemu.
Ibu, hanya karena cintaku padamu tidak setiap hari dapat kutuliskan
Maka biarkan hari ini aku ngirimkan surat cinta ini untukmu
Karena besok, siapa tahu besok
Aku lupa lagi betapa besar aku mencintaimu
Bu, kemarin seorang teman berkata kepadaku
Ibu, Mama, adalah orang yang mendengarkan tanpa didengarkan
Yang harus mengerti tanpa dimengerti
Yang peduli tanpa dipedulikan
Ah, katanya walaupun ibu sedang berduka, ibu tabu menunjukkan
Sehingga hanya senyum yang selalu tersedia untuk kami
Tanpa menyisakan sedikitpun sendu untuk dibagikan
Bu, bolehkah saya mencium jemari kakimu sekarang?
Bu, saya tau ungkapan kasih ibu sepanjang jaman
Saya bu, saya si anak, mungkin hanya mencintaimu selagi ingat
Sedangkan engkau, selalu ingat untuk mencintai
Bu, maafkan surat cinta yang tidak terlalu romantis ini
Bahkan untuk mengatakan saya mencintaimu pun saya tidak tahu bagaimana harus menuliskannya
Bu, saat menulis ini saya sedang sendiri
Sedikit kesepian dan saya rindu suaramu
Bu, selamanya rumah bagi saya adalah ibu
Bu, saya hanya rindu kamu
Dan saya cinta ibu
Cuma ingin pulang
Boleh sebentar saya mencium pipimu?
Bu, terlalu sering kamu mengusap air mata saya
Tanpa sedetikpun saya boleh menghibur hatimu yang mungkin sedang berduka
Ahhh bu, betapa cintanya saya padamu
Bu, saya ingin kamu
Saya rindu belaian tanganmu yang mengusap halus kepala saya
Saya rindu bau tubuhmu yang selamanya mengingatkan bahwa kekanakan saya tidak akan hilang dihadapanmu
Saya rindu bercerita
Dan saya bahkan rindu omelan-omelan kecilmu
Bu, maafkan saya yang tidak pernah sabar mendengarkanmu
Padahal sepanjang umur ini tidak terhitung betapa egoisnya saya padamu
Ibu saya rindu kamu
Bu, saya rindu pelukanmu
Saya rindu kamu
Betapa jauh darimu setiap harinya adalah cobaan yang saya hitung
Bukan karena manja, semata karena saya membutuhkanmu
Bu, hari-hari yang saya tandai di kalender dinding terasa masih jauh
Sedangkan rasa ingin bertemu, ah rasa ingin bertemu ini setiap hari semakin besar
Bu, maafkan saya yang hanya mengingatmu sekali setiap hari
Sedangkan engkau mengingatku berkali-kali setiap hari
Bu, maafkan peluhmu yang menetes untukku
Maafkan jauhnya jarak yang kau tempuh tiap hari agar aku hidup
Maafkan tanganmu yang menjadi kasar agar aku tetap bisa makan
Maafkan waktu tidurmu yang kurang hanya agar hidup anak-anakmu tidak seperti engkau
Bu, ini surat cinta
Tentang betapa aku mencintai setiap tarikan nafasmu
Tentang betapa aku mencintai setiap senyumanmu
Tentang betapa aku mencintai ibu yang menjadi ibuku
Bu, aku sepi
Sepi sekali rasanya tanpamu
Bu, aku ingin kamu yang mengatakan semuanya baik-baik saja
Walaupun dunia terlihat tidak adil, tetapi bahwa aku akan selalu aman berada dipelukanmu
Bu, aku rindu kamu
No comments:
Post a Comment