Monday, August 24, 2015

Menikmati Kebodohan

Namanya apa kalau kau menikmati kebodohan yang menyiksa berulang-ulang kali?
Kalau di satu simpang jalan kau tetap kembali pulang, dan menemukan bahwa tak seinci pun kau beranjak maju.
Kau namai saja sendiri hati yang telah bosan berdarah.
Yang dalam diam diapun sudah enggan berbicara.

Nikmati saja kawan, nikmati kebodohanmu.
Butuh orang pintar untuk mengakui bahwa dia salah.
Tetapi butuh orang tolol untuk terjatuh dalam kebodohan yang sama.
Kau, orang tololku tersayang, telah hidup dalam lembaran yang tidak pernah berubah.
Selamat! Hidupmu telah tersia-siakan.

Tidak ada gunanya menyalahkan yang lain.
Ingat apa kata temanmu? "Bahwa setiap orang adalah protagonis dalam ceritanya masing-masing."
Kau, putriku tersayang, tidak bisa sekaligus menjadi pangeran berkuda putih dalam cerita orang lain.
Bukan kau pahlawannya.
Justru kau penyihir jahat yang mengurung si putri dalam menara gading tak berujung itu.

Nikmatilah kawan, nikmati rasa sakitnya hingga tak ada yang tersisa.
Nikmati air matanya hingga hanya tawa yang tersisa.
Nikmati sampai doa tak lagi berbentuk kata.
Dan rasa marahmu berubah menjadi putus asa.

2 comments:

  1. Ya nikmatilah kebodohan, karna menjadi bodoh bisa membentuk sebuah cerita dalam kehidupan kita :D

    ReplyDelete
  2. Ya nikmatilah kebodohan, karna menjadi bodoh bisa membentuk sebuah cerita dalam kehidupan kita :D

    ReplyDelete