Dengan satu kata-kata basi yang selalu diulang-ulang setiap hari. Dan saya akui, kata-kata itu ga pernah basi:
Semua akan indah pada waktunya.
Maka saya ada disini sekarang.
Trying to explain what i'm doing right now in my best words.
Bukan apa-apa, hanya mau menuliskan.
Sehingga nanti saya kehilangan motivasi saat menunggu, kata-kata ini semua mengingatkan saya akan konsekuensi yang sudah saya pilih.
Penantian saya adalah penantian yang tidak tahu kapan akan ada akhirnya.
Penantian saya, sejujurnya, adalah suatu proses yang konyol, karena diambil dari keputusan begitu saja, pada rasa sayang yang muncul tiba-tiba.
Konyol loh, saya akan menunggu sampai hari itu tiba.
Sampai bertemu lagi.
Kata kamu semua, begitu kan?
Maka bolehkan saya dan dia berharap untuk hari itu.
Karena jujur, saya dan dia tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Disini, ditempat yang aneh ini.
Saat kita semua berjuang masing-masing untuk hari esok.
Ga ada yang pasti dari semua proses menunggu ini.
Perasaan saya bisa saja berubah besok hari.
Atau kamu dan mereka bisa saja melupakan saya dan dia detik ini juga.
Bisa saja saya dan dia melupakan proses ini.
Tetapi satu hal yang pasti.
Mudah-mudahan kamu tau dan mendengar
Saya menunggu apa yang terjadi berikutnya saat kita bertemu lagi.
Jangankan proses menunggu yang akan saya lakukan.
Saat ini saja saya gak tau apa yang harus saya lakukan.
Ketika saya ga mengerti apa yang kalian lakukan disana
Ketika saya hanya bisa membaca ejaan huruf-huruf dan angka
Ketika saya ga bisa membaca emosi kalian disana
Ketika saya benar-benar buta akan apa yang sedang kamu rasakan
Ketika saya ingin ketemu dan mengulang semuanya dari awal
Ketika kalian hidup dalam kenangan yang terus menerus diulang
Jangan salah sangka.
Saya ga benci akan semua itu, saya sama sekali gak menyesal memilih ini
Cuma ga tau apa yang akan saya lakukan dalam waktu-waktu yang akan datang
Karena saya sedang menunggu.
Hm.
Akankah kata-kata ini sampai di kamu?
Bahwa saya mencoba mengosongkan hati dan melupakan apa yang pernah begitu saya sayangi
Karena saya menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Kira-kira kamu bakal tau gak ya?
I try to talk less about you
I try to think less about you
Jangan salah sangka, ga kok, saya masih ingat kamu
Hanya mencoba agar saya tidak terlalu kangen sama kamu, dan kalian
Karena rasa rindu hanya mengingatkan saya, betapa saya terlalu kecil dan tidak bisa melakukan apa-apa
Betapa rasa rindu akan membawa saya kembali menjadi gadis kecil yang suka menangis lagi
Jadi saya mencoba melupakan kamu untuk sekarang.
: )
Bilang saya aneh, karena mencoba melupakan sesuatu yang sangat saya inginkan
Mencoba melupakan agar tidak pernah terpikirkan akan semua hal yang menjadi alasan untuk menangis dan membuat lemah
Betapa banyak hal yang membuat saya mengingat kamu dan membuat saya lemah untuk menunggu
Waktu yang terlalu singkat
Waktu yang banyak terbuang
Kata-kata yang tidak pernah tersampaikan
Jarak
Uang
Batas-batas
Betapa kamu idak pernah memperlihatkan apa yang kamu rasakan
Betapa saya tidak bisa membaca apa yang sedang kalian lakukan
Kebaikan yang sudah terlanjur lewat
Semua senyum yang hanya ada di waktu lalu
Semua itu sering membuat lemah dan membuat saya tidak percaya pada keinginan saya.
Maka, Bapa, lihatlah cita-cita, keingginan saya dan dia.
Agar nanti kita bisa saling bertemu lagi.
Mazmur 20:5
Kiranya diberikanNya kepadamu apa yang kau kehendaki. Dan dijadikanNya berhasil apa yang kau rancang.
I surrender, and waiting.
Because i know He will make the best for me.
Semoga semua ini sampai ya di kamu.
: )
No comments:
Post a Comment