
Arggghhh...
Tau ga sih gimana rasanya kalo yang ada didalam otak cuma satu orang aja.
Satu bayangan, satu wajah, dan satu sosok...
Maka semuanya bisa menjadi apa saja, kecuali kenyataan.
Padahal saya sudah tau bagaimana kenyataan itu sebenarnya. Bagaimana dia dengan saya, bagaimana saya di hadapan dia. Hanya terkadang saya menjadi begitu manusiawi, mengalah pada mimpi dan gak pernah berani menghadapi kenyataan.
Tulisan ini mungkin hanya selembar kecil kenyataan yang gak pernah berani saya utarakan. Entah ada yang melihat entah tidak. Dan memnag Facing the truth kadang-kadang menjadi sesuatu yang terlalu sulit untuk saya hadapi.
Gak terima kalau dibilang melarikan diri *sigh
Kalau memang saya hanya melarikan diri tidak pernah ada kenyataan yang menunggu. Tidak pernah ada rasa sakit yang perlu dihadapi. Saya cuma mau berhenti sebentar, menunggu dunia berhenti berputar barang sejenak. Saya cuma mau duduk saja sebentar, dihadapan semua kenyataan yang gak pernah mau berpindah.
Memandangi mereka semua ibarat memenjarakan diri, dan berkata, saya gak pernah merdeka dari kenyataan.
Memandangi mereka semua ibarat memenjarakan diri, dan berkata, saya gak pernah merdeka dari kenyataan.
Terkadang seseorang gak pernah mau peduli dengan kenyataan yang harus dihadapi orang lain.
Dan seringkali kita gak pernah mau menyadari bahwa kenyataan sulit untuk dihadapi.
Karena itu ketika tadi pagi saya kembali menyadari, bahwa hari ini pun saya bermimpi tentang dia, pikirkanlah bagaimana bencinya saya harus mengakui semua ini.
Bahwa entah bagaimana, saya gak akan pernah lepas dari dia.
No comments:
Post a Comment